Langkah Pengajuan KPR Subsidi

Sebelumnya kami mengucapkan selamat tahun baru 2018, semoga di tahun 2018 kita semua diberikan rejeki kesehatan dan rejeki material.Amin.
Di artikel ini admin perumahan subsidi Belitung Asri Permai (BAP) yang terletak di desa Perawas – Tanjungpandan, akan memberikan informasi mengenai tata cara dan urutan Anda membeli rumah subsidi (termasuk biaya-biayanya) :

  1. Melihat lokasi perumahan
    Ya ini tahap pertama sangat penting. Carilah lokasi yang bebas dari sengketa lahan, dekat ke berbagai fasilitas umum dan mempunyai prospek bagus ke depan. Perumahan kami yang terletak di tengah-tengah poros jalan bandara menuju Tanjungpandan dikelilingi berbagai fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas Perawas yang terletak di jalan masuk perumahan, Rumah Sakit Umum Daerah yang berjarak hanya 5 menit berkendara, ada pula Rumah Sakit Alma dan Rumah Sakit Utama.
    Fasilitas sekolah mulai dari SD Negeri 43 dan 44, SMP Negeri 5, SMKN 1 dan SMAN 2. Sedangkan untuk berbelanja ada Supermarket Araya dan Supermarket Puncak.
    Untuk ke depannya sedang dibangun SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar) dan CBD Mall (Central Business District) Belitung.
    Setelah Anda setuju, siapkan dana untuk tanda jadi dan uang muka (di tahap ini Anda biasanya bisa memilih kavling yang ditawarkan oleh pengembang) sambil mempersiapkan berkas dokumen yang diperlukan untuk pengajuan kredit ke bank.
  2. Proses pengajuan KPR
    Apa saja yang mesti diketahui:

    1. Pelajari persyaratan pengajuan KPR sehingga mudah melengkapi dokumen.
    2. Akan ada proses appraisal (penilaian) dan wawancara survey
    3. Kalkulasi biaya bank (provisi, administrasi, asuransi, dan lain sebagainya)
    4. Akad kredit

 

Tahapan I : Lengkapi dokumen yang dipersyaratkan

Pastikan semua dokumen sudah disiapkan sebelum mengajukan ke bank.

Dokumen pribadi:

  • KTP dan kartu keluarga
  • NPWP
  • Buku nikah
  • Slip gaji
  • Surat keterangan bekerja (bagi pegawai)
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

 

Dokumen rumah yang hendak dibeli

  • Salinan sertifikat tanah
  • Salinan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Salinan surat tanda jadi dari developer/penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

Untuk yang mempunyai KTP luar kota bisa menggunakan surat keterangan domisili dari RT setempat.

Setelah semua dokumen pengajuan KPR lengkap, barulah bawa ke bank. Bank akan memeriksa semua kelengkapan dokumen tersebut secara administratif. Bank juga akan melakukan pengecekan riwayat kredit calon pembeli ke Bank Indonesia atau biasa disebut BI Checking.

Tahapan II : Proses appraisal dan wawancara

Begitu lolos dari BI Checking dan dianggap layak mendapat pinjaman, maka bank akan melanjutkan proses pengajuan KPR. Untuk rumah subsidi, karena harga sudah ditentukan oleh pemerintah, biaya appraisal ini ditiadakan oleh bank.

Untuk proses wawancara, biasanya bank akan meminta waktu untuk bertemu dengan calon pembeli. Jika pembeli banyak, bisa dilangsungkan dalam satu hari bergantian di kantor perumahan.

Tahapan III : Kalkulasi biaya bank

Jangan abaikan tiap rincian biaya yang timbul begitu KPR disetujui. Misalnya saja biaya provisi, biaya administrasi, biaya untuk asuransi kebakaran, pajak pertambahan nilai (PPN), biaya balik nama sertifikat, dan lain sebagainya.

 

Begitu bank setuju untuk mencairkan KPR, maka akan mengeluarkan SPK (Surat Persetujuan Kredit). Di situ tertulis notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus semua persyaratan. Soal tarif notaris, bank biasanya meminta pihak calon pembeli rumah menanyakan langsung ke notaris yang ditunjuk.
Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain.

 Tahapan IV : Tanda tangan akad kredit

Penandatangan akad kredit adalah puncak dari proses pengajuan KPR. Proses ini dilakukan di hadapan notaris yang jauh-jauh hari sudah diagendakan. Biasanya seminggu sebelumnya dilakukan pemberitahuan rencana penandatanganan akad kredit.

Pihak yang hadir di akad kredit ini antara lain pihak pembeli (suami dan istri), wakil dari bank, pihak penjual, dan notaris. Semua pihak tidak bisa diwakilkan karena wajib menunjukkan identitas asli ke hadapan notaris.
Masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual rumah, akan menyerahkan dokumen yang diperlukan. Misalnya penjual menyerahkan dokumen terkait rumah (IMB, sertifikat tanah, dll).

Nantinya notaris akan memeriksa semua keabsahan dokumen itu. Misalnya mengecek sertifikat tanah, pajak. Bila semua oke, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen ke penjual sebagai bukti semua dokumen rumah itu telah berpindah tangan.
Jika semua lancar dan dokumen akad kredit ditandatangani, maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (developer/pemilik rumah lama). Notaris juga memproses balik nama sertifikat tanah, AJB, ke pemilik rumah baru.

Surat-surat yang diurus notaris itu nantinya diserahkan ke bank bersama surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan atas kredit tersebut. Notaris akan memberikan salinan sertifikat itu kepada pihak pembeli dalam jangka waktu tertentu. Bisa tiga bulan atau enam bulan setelah akad kredit.

Boleh dibilang, tahapan dan cara mengajukan KPR cukup rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. Kadang waktunya antara 6-12 bulan.

Tapi demi rumah idaman, pasti harus semangat melewatinya. Oh iya, begitu akad kredit sudah ditandatangani maka bulan berikutnya siap-siap membayar angsuran bulanan dengan taat ya!

Untuk Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perumahan Belitung Asri Permai, bisa langsung menghubungi nomor telepon kantor di 0819-7808-888 atau ke admin di 0852-1096-9959 (Fritriana)

sumber