PKL Bisa Ajukan KPR Subsidi di BTN, Ini Syaratnya

Pemerintah membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki hunian. Salah satunya menyediakan rumah untuk pedagang kaki lima yang biasa disebut PKL.

Lantas, apa syarat bagi PKL untuk mendapatkan rumah yang angsurannya disubsidi pemerintah? Menurut Kadiv Subsidise PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Irwandi Gafar, PKL bisa mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. Syaratnya ialah mampu membayar cicilan rutin setiap bulan.

“Meski PKL, BTN tidak batasi dalam hal pekerjaan atau profesi. Kita lihat, apakah bersangkutan bisa datang atau bayar angsuran rutin tiap bulan,” kata Irwandi dalam diskusi Pameran Infrastruktur dan Perumahan untuk Rakyat di Parkir Selatan, Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Untuk membuktikan bahwa PKL itu calon penerima KPR subsidi, maka tim BTN akan mengecek ke lapangan. Petugas lapangan akan menilai keberlangsungan dan pendapatan usaha rata-rata per bulan.

Bila pendapatan per bulan di atas Rp 4 juta, KPR subsidi tidak berlaku. Sebaliknya, bila pendapatan di bawah Rp 4 juta, maka bisa mendapat fasilitas KPR subsidi.

Selanjutnya, selain penghasilan, BTN juga menilai seberapa besar pengeluaran rutin PKL calon penerima KPR subsidi.

“Kita lihat angsuran, misalnya Rp 700 ribu per bulan kali 3. Maka pendapatan minimal harus Rp 2,1 juta. Kita lihat Rp 2,1 juta, apakah pengeluarannya banyak. Seperti, bisa Rp 2 juta per bulan,” ujarnya.

Selain itu, PKL harus memenuhi syarat administrasi seperti KTP, NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Apabila semua syarat KPR subsidi terpenuhi, selanjutnya PKL akan mendapat bantuan uang muka (down payment/dp) cuma-cuma sebesar Rp 4 juta.

“Bantuan uang muka Rp 4 juta cuma-cuma bagi yang memenuhi syarat ambil KPR subsidi. Besar uang muka 1% dari nilai properti,” tambahnya.

sumber